Senin, 22 Februari 2010

Contoh: Proposal Penelitian Kualitatif Deskriptif Evaluatif


 

A. PENDAHULUAN

 

Kebijakan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kebijakan baru. Penyusunan KTSP disusun pada bulan-bulan awal tahun 2007 dan akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2007/2008. Setiap perubahan kebijakan akan memiliki dampak yang luas, mengingat kebijakan bersifat Nasional dengan berbagai karakteristik budaya, kemampuan, keragaman latar sekolah dan sebagainya.

 

Perubahan yang langsung menyentuh guru adalah perubahan pola pikir dan pola kerja yang selama terbiasa menyusun rencana pelajaran minimal (rencana harian), akan tetapi mereka belum pernah menyusun visi, misi, tujuan, dan sasaran pendidikan untuk sekolah yang mereka ampu. Mereka dituntut memiliki kemampuan dalam jangka waktu pendek menyusun dan melaksanakan pada tahun ajaran berikut, hal tersebut akan mendorong terjadinya dinamisasi berbagai aspek, utamanya pola-pola berpikir dan bekerja tergantung pada kebijakan pimpinan ke pola pikir dan kerja berdasar kolaborasi seluruh komponen sekolah termasuk komite sekolah.

 

Kebijakan penyusunan KTSP memacu seluruh komponen sekolah untuk mensinkronkan perubahan-perubahan berbagai hal berkenaan dengan kurikulum, misalnya: jumlah jam pelajaran. Terdapat mata pelajaran yang dikurangi jam pertemuannya, ada yang ditambah, dan ada yang harus diadakan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Perubahan juga mencakup satuan waktu belajar, yang semula kelas I dan II 30 menit, kelas III 35 menit, dan kelas IV-VI 40 menit berubah sama rata 35 menit yang berdampak anak-anak kelas IV pulang lebih awal. Hal tersebut juga akan mengubah pola perilaku guru dan seluruh komponen sekolah.

 

Suatu kebijakan baru menimbulkan perilaku baru, yang terkait dengan proses, produk, dan hasil pendidikan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apabila tidak dideteksi secara dini, bila terjadi kesalahan akan sulit mengatasinya di kemudian hari. Di sisi lain, jika kesalahan yang terjadi diselesaikan dengan pemberian tuntunan yang terlalu rinci, berakibat matinya keberanian, kemandirian, tanggung jawab, dan kreativitas. Untuk itu aras pembinaan harus menempuh pola baru.

 

Penelitian mendalam perlu dilakukan untuk memperoleh prototype hasil kerja guru dan sekolah, selanjutnya berdasar ptototype awal dilakukan publikasi untuk saling belajar dan membenahi diri, pada akhirnya guru tumbuh keberaniannya, rasa tanggung jawabnya, dan kreativitasnya untuk memajukan pendidikan sekolah di mana mereka bertugas.

 

B. PERUMUSAN MASALAH

 

Berdasar uraian pendahuluan tersebut dapat dirumuskan berbagai permasalahan penelitian antara lain: (1) Bagaimana pola kerja seluruh komponen sekolah dalam menyusun dan melaksanakan Kutikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?, (2) Bagaimana prototype KTSP masing-masing sekolah?, (3) Bagaimana prototype syllabi yang disusun guru?, (4) Bagaimana mekanisme pengelolaan sekolah dalam rangka KTSP? (5) Bagaimana bentuk prototype KTSP yang relevan dengan karakteristik sekolah?, (6) Bagimana prototype syllabi yang sesuai dengan karakteristik kelas?, (7) Seberapa tingkat kegunaan KTSP bagi pengembangan sekolah?

 

C. TINJAUAN PUSTAKA

 

1.      Studi Pendahuluan

 

Pada saat ini peneliti utama selaku ketua komite sebuah sekolah favorite di kabupaten Kebumen, yaitu SDN 01 Kebumen. Beberapa bulan yang lalu, peneliti  diminta pertimbangan dan dilibatkan dalam penyusunan KTSP oleh sekolah tersebut. Berdasar pengalaman tersebut, selanjutnya peneliti melakukan studi pendahuluan ke beberapa sekolah tentang bagaimana pelaksanan penyusunan KTSP.

 

Hasil studi pendahuluan antara lain: (a) di sekolah-sekolah favorit, menyediakan anggaran, melibatkan komite sekolah, penyusunan menggunakan panduan, (b) di sekolah-sekolah biasa dan pinggiran, penyusunan KTSP tidak tersedia anggaran dan tidak melibatkan komite sekolah, (c) sebagian besar komite sekolah belum memahami maksud penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan, bahkan mereka kurang terlibat secara aktif menyumbangkan pemikirannya, (d) sekolah-sekolah favorit menambahkan alokasi waktu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler, sedang sekolah biasa dan pinggiran tidak menambah alokasi waktu untuk intra kulikuler dan sebagian ada yang menyelenggarakan ekstra kurikuler, (e) umumnya masih mengalami kebingungan, akibatnya penyusunan masih sekedarnya untuk memenuhi tuntutan.

 

Kenyataan tersebut mendorong peneliti untuk menemukan prototype KTSP hasil susunan sekolah, struktur dan model pada umumnya, dan berbagai  hal tentang penyusunan KTSP. Di sisi lain, mulai tahun ajaran 2007/2008, kurikulum tersebut dilaksanakan. Untuk itu peneliti ingin menggali informasi selengkap mungkin, sehingga ditemukan: (a) prototype KTSP yang relevan dengan pelaksana, (b) seberapa tingkat kesesuaian kurikulum yang disusun sekolah dasar  dibandingkan kriteria ideal kurikulum yang diharapkan, (c) menemukan prototype KTSP yang sebenarnya diharapkan guru selaras dengan tuntutan Departemen Pendidikan Nasional, (d) dan sebagainya.

 

Berdasar penemuan prototype KTSP, harapan-harapan sekolah dasar, tuntutan idealisme sebuah kurikulum, keterlaksanaan kurikulum, peneliti dapat memberikan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk belajar semua pihak, baik guru-guru dan pihak sekolah untuk mau memperbaiki dalam penyusunan dan pelaksanaan KTSP. Selanjutnya, bagi para pengambil kebijakan dan pembinaan guru dapat menggunakan informasi penelitian dapat lebih mendorong secara lebih terbuka kepada guru untuk memiliki keberanian, tanggung jawab, dan sikap professional untuk kemajuan pendidikan.

 

2.      Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan

 

Dalam era globalisasi dan pasar bebas manusia dihadapkan pada perubahan-perubahan yang sangat dinamis. Akibatnya pelaksanaan pendidikan di jenjang sekolah menjadi tidak berjalan linear dengan lapangan bekerja (one to one relationship), karena apa yang terjadi di lapangan sulit diikuti oleh lembaga pendidikan akibatnya terjadi kesenjangan (Mulyasa, 2002:4).

 

Kesenjangan antara dunia kerja dan dunia pendikan coba disikapi oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan, misalnya: penyiapan sarana prasarana, peningkatan kualitas guru, sampai pada perombakan kurikulum, bahkan perombakan tersebut terjadi sangat dinamis, sehingga kadang banyak guru sebagai pelaksana kurikulum kesulitan mengikuti dinamisasi tersebut.

 

Terdapat satu langkah terobosan yang cukup berani dari pemerintah melalui badan standar pendidikan nasional (BNSP), dengan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), yang menuntut guru dan seluruh komponen sekolah mampu menyusun kurikulum setingkat satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Terobosan tersebut memungkinkan kesenjangan antara dunia kerja dan dunia pendidikan tidak semakin lebar, mengingat satuan pendidikan segera dapat memberikan inovasi setiap saat setiap ada dinamisasi di dunia kerja.

 

Terobosan tersebut juga berupaya menjawab empat krisis pokok, yaitu kuantitas, relevansi atau efisiensi internal, elitisme, dan managemen. Selanjutnya terdapat tujuh masalah pokok pendidikan, yaitu: menurunnya akhlak dan moral peserta didik, pemerataan kesempatan belajar, rendahnya efisiensi internal system pendidikan, status kelembagaan, managemen pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional, dan sumberdaya yang belum professional (HAR Tilaar dalam Mulyasa, 2002:4).

 

Dalam pendidikan terdapat dua jenis standar, yaitu standar akademik (academic content standards) dan standar kompetensi (performance standard). Standar akademis merefleksikan pengetahuan dan keterampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik. Sedangkan standard kompetensi ditunjukkan dalam bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstarikan oleh peserta didik sebagai penerapan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, standard akademis bisa sama untuk seluruh peserta didik, tetapi standar kompetensi berbeda.

 

Terobosan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan upaya menjawab persoalan tersebut. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BNSP, 2006). Perencanaan dan pengaturan tersebut, bila mengacu pada dinamisasi dunia kerja dan penyiapan subjek didik berorientasi masa depan akan memberikan jawaban terhadap globalisasi dan pasar bebas. 

 

Hal tersebut terjadi, karena kurikulum sekarang merupakan standar akademis yang harus dikuasai oleh seluruh peserta didik, dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan. Standar akademis hanya terfokus pada tujuan pokok bahasan yang esensial dari disiplin ilmu tersebut, tidak mencakup seluruh tujuan pokok bahasan.

 

Standar perlu diterapkan dalam system pendidikan nasional adalah standar kompetensi minimal, yang semula hanya dapat ditangkap secara samara-samar dalam GBPP. Standar kompetensi minimal ini perlu dirumuskan secara eksplisit, agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan menafsirkan dalam mengimplementasikan kurikulum.

Perumusan standard kompetensi harus dirumuskan secara kolaboratif melalui konsensus, bukan hanya depdiknas. Dalam rangka otonomi daerah, diknas tidak dapat lagi memonopoli ide atau konsepsi dan berperan sebagai Ministry of Truth (Mulyasa, 2002:25). Pemerintah dan masyarakat harus duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi menentukan standard pendidikan. Demikian pula ditingkat sekolah. Guru dan kepala sekolah harus bekerja sama dengan tokoh masyarakat (komite sekolah) untuk merumuskan standard kompetensi yang ingin diraih oleh institusi pendidikan.

 

Implementasi kerjasama kolaboratif antara sekolah dan komite sekolah tercermian dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan saling memberi masukan dalam menyusun visi, misi, tujuan, dan sasaran pendidikan dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip penyusunan KTSP, antara lain: (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologhi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, (7) seimbang antara kepentingan nasional dan daerah (BSPN, 2006:6-7).

 

Selanjutnya secara operasional penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan memperhatikan hal-hal: (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) penigkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan gender, (12) karakteristik satuan pendidikan (BSPN, 2006:8-9).

 

Adapun struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, meliputi: kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani olahraga dan kesehatan. (BSPN, 2006:9). Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran maupun muatan lokal, yaitu : sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan.

 

3. Kriterium  Evaluasi Program     

 

Joint Committee (1981) menyusun  ukuran baku evaluasi program proyek dan materi pendidikan, sebagai berikut: (a) Ukuran baku kegunaan, meliputi: identifikasi penyusun, kredibilitas evaluator, seleksi lingkup dan informasi, informasi tentang nilai penyusun, kejelasan, penyebaran, ketepatan waktu, dampak evaluasi, (b) Ukuran baku kelayakan; meliputi: prosedur praktis pelaksanaan, kemandirian guru, dan efektivitas waktu dan biaya, (c) Ukuran baku kesesuaian dengan norma, meliputi: kewajiban formal guru,      konflik minat,  pengungkapan jujur dan lengkap, hak untuk mengetahui, hak-hak guru, hubungan guru, tanggung jawab, (d) Ukuran baku kesaksamaan/ketelitian, meliputi: identifikasi subjek, analisis konteks, tujuan dan prosedur yang terurai, sumber-sumber informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, pengukuran sahih, penmgukuran anda, control data, analisis informasi kualitatif dan kluantitatif, kesimpulan yang teruji, pelaporan objektif.

 

Purwanto dan Atwi Suparman (1999:35) mendasarkan pada The Joint Committee Standard On Evaluation, kemudian merinci standar evaluasi, meliputi: (a) identifikasi audience, (b) standar kredibilitas evaluator, (c) standar cakupan informasi dan seleksi, (d) standar pembuatan interpretasi, (e) standar kejelasan laporan, (f) standar penyebarluasan laporan, (g) standar ketepatan waktu pelaporan, (h) standar dampak laporan, (i) standar kepraktisan prosedur.

 

Berdasar uraian di atas, untuk melakukan evalauasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), beberapa aspek yang dapat dievalausi, antara lain: bagaimana guru dalam menyusun KTSP, isi kurikulum, keterampilan guru, pengetahuan, sikap, siapa saja yang terlibat, bagaimana peran pengawas dan evaluator, ketersediaan sarana prasarana, dukungan anggaran, dan sebagainya.

 

4. Kerangka Berpikir

 

Berdasar uraian kajian pendahuluan dan kajian pustaka dalam penelitian ini objek dan strategi evaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mengikuti alur, sebagai berikut:

 

a.   Input KTSP

 

 

APA

(yang dievaluasi)

 

KAPAN

(dilaksanakan)

 

BAGAIMANA

(teknik/instrument)

 

SIAPA

(berperan serta)

 

Guru

Fasilitas

Sumber dana

Organisasi

 

Periodik

Periodik

Tahunan

Periodik

 

Membuat Kriteria

Ceklist

Analisa perbandingan

Kriteria dan respon

terbuka

 

Evaluator

Guru

Evaluator

Guru

 

b. Proses Pelaksanaan KTSP

 

 

APA

(yang dievaluasi)

 

KAPAN

(dilaksanakan)

 

BAGAIMANA

(teknik/instrument)

 

SIAPA

(berperan serta)

 

Model penyusunan dan pelaksanaan

 

Isi kurikulum

 

Bimbingan

 

Pengalaman

Pra PBM

PBM

 

Awal

 

 

 

Akhir unit

 

Periodic

 

Selama

 

Selama

 

 

Angket, Pengamatan

Analisis performan

 

 

Angket

 

Ceklist

 

Angket, analisis performan

 

Evaluator

Pengawas

Komite

 

guru

 

guru

pengawas

guru

pengawas

 

 

 

c. Produk

 

 

APA

(yang dievaluasi)

 

KAPAN

(dilaksanakan)

 

BAGAIMANA

(teknik/instrument)

 

SIAPA

(berperan serta)

 

Awal PBM

 

Selama PBM

 

Hasil Belajar

 

Tindak Lanjut

 

Sikap,pengetahuan,

Kinerja

Sikap,pengetahuan,

Kinerja

Sikap,pengetahuan,

Kinerja

Sikap,pengetahuan,

Kinerja

 

Tes,observasi, angket

Analisis performan

 

 

 

Guru

Pengawas

evaluator

 

 

D. TUJUAN PENELITIAN

 

Penelitian bertujuan memiliki gambaran lengkap tentang: (1) Pola kerja seluruh pemangku sekolah  (Stakeholder) dalam penyusunan dan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?, (2) prototype KTSP masing-masing sekolah?, (3) prototype syllabi yang disusun guru?, (4) mekanisme pengelolaan sekolah dalam rangka KTSP? (5) bentuk prototype KTSP yang relevan dengan karakteristik sekolah?, (6) prototype syllabi yang sesuai dengan karakteristik kelas?, (7) tingkat kegunaan KTSP bagi pengembangan sekolah?

 

E. LUARAN PENELITIAN

 

Target penelitian ini adalah: (1) memperoleh gambaran pola kerja penyusunan KTSP, (2) prototype KTSP-SD, (3) prototype sylabus, (4) mekanisme pelaksanaan, (5) prototype KTSP, (6) sylabus SD yang relevan dengan karakteristik sekolah dan kelas, (7) tingkat kegunaan KTSP kaitannya dengan pengembangan sekolah. Berdasar target 1-7 dapat diketahui gambaran jelas tentang pelaksanaan KTSP. Gambaran lengkap tersebut digunakan sebagai masukan untuk pengambilan kebijakan tentang bagaimana pembinaan seluruh pemangku sekolah dalam pengembangan sekolah yang mereka harapkan.

 

 F. MANFAAT PENELITIAN

 

Pengembangan pendidikan memerlukan kecermatan, sehingga melalui penelitian evaluatif akan memberikan feedback bagi pengambil kebijakan dalam pembuatan keputusan berdasar data yang lengkap dan faktual. Selanjutnya sekolah dan seluruh pemangku sekolah memperoleh gambaran kinerja diri mereka, sehingga memberikan refleksi positif guna pengembangan selanjutnya.

 

G. METODE PENELITIAN

     

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program yang dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode evaluasi perbandingan tetap antara ukuran baku dengan fakta lapangan, antara lain: Ukuran baku (1) Kegunaan, (2) kelayakan, (3) Kesesuaian dengan norma, (4) kesaksamaan/ketelitian.

     

Populasi adalah seluruh guru, kepala sekolah, dan komite sekolah sekolah dasar se Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Sampel adalah sebagian sekolah dasar dari masing-masing kabupaten yang diambil secara multistage random sampling.

 

Alur penelitian dilaksanakan sebagaimana bagan alir (gambar 1) di bawah ini:

 

STUDI PENDAHULUAN

 

            Gambar 1 Bagan Alir Penelitian

 

H. JADWAL PENELITIAN

 

No

Bulan

Kegiatan

4

6

5

7

6

8

7

9

8

10

9

11

10

12

11

12

Ket.

1.

Persiapan

X

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

Proposal

 

X

 

 

 

 

 

 

 

3.

Persiapan Program

 

 

X

 

 

 

 

 

 

4.

Pelaksanaan Program

 

 

 

X

X

X

 

 

 

5.

Laporan Kemajuan

 

 

 

 

 

X

 

 

 

6.

Monitoring evaluasi

 

 

 

 

 

X

 

 

 

7.

Pelaporan

 

 

 

 

 

 

X

 

 

8.

Seminar Hasil

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

I. Personalia

1.  Ketua Penilaian

      a. Nama Lengkap & Gelar                        : Dr. Y. Padmono, M.Pd.

      b. Golongan, Pangkat/ruang                     : Pembina IV/b

      c. Jabatan Penelitian                                  : Lektor Kepala

      d. Fakultas/Program Studi                                    : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

                                                                          PGSD

      e. Perguruan Tinggi                                   : Universitas Sebelas Maret

      f. Bidang Keahlian                                    : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

      g. Waktu Untuk Penelitian                       : 8 Jam perminggu

 

 

 

 

 

 

 

 

J. ANGGARAN BIAYA PENELITIAN

No.

Jenis Barang

 

Satuan

Harga

Jumlah

 

 

 

 

Rp.

Rp. 

 

 1.

Persiapan 

 

 

 

 

 

Penyusunan Proposal

 

 

 

 

 

a. Pengetikan

25

2.000,00

50.000,00

 

 

b. Fotokopi

100

200

20.000,00

 

 

c. Penjilidan

6

5.000,00

30.000,00

 

 

Total Bagaian

 

 

100.000,00

 

2

Bahan habis pakai

 

 

 

 

 

Alat tulis Kantor

 

 

 

 

 

a. Kertas HVS

10

35000

350.000,00

 

 

b. Kertas buram

20

25.000,00

500.000,00

 

 

c. Kertas shet

2

150.000,00

300.000,00

 

 

d. Cleaner disk

2

50.000,00

100.000,00

 

 

e. Spidol besar

1 set

30.000,00

30.000,00

 

 

f.  Spidol kecil

2set

15.000,00

30.000,00

 

 

g. tinta roneo

2

50.000,00

100.000,00

 

 

h. tinta printer

2

20.000,00

40.000,00

 

 

i. Analisis data

1

500.000,00

500.000,00

 

 

g. Pengambilan data

3

400.000,00

1.200.000,00

 

 

h. Penggandaan instrumen

40

10.000,00

400.000,00

 

 

i. Konsumsi subjek

40

25.000,00

1.000.000,00

 

 

Jumlah bagian

 

 

 4.550.000,00

 

3.

Perjalanan

 

 

 

 

 

a. Mengirim draf proposal   

    ke Solo

1

150.000,00

150.000,00

 

 

b. Menghadiri review

3

150.000,00

450.000,00

 

 

c. Mengambil hasil review

1

150.000,00

150.000,00

 

 

d. Menyerahkan proposal

1

150.000,00

150.000,00

 

 

e. Penandatangan kontrak

1

150.000,00

150.000,00

 

 

f.  Perijinan

1

100.000,00

100.000,00

 

 

h. Monev inter

 

 

 

 

 

h. Penyerahan lap. monev

1

150.000,00

150.000,00

 

 

i. Seminar hasil

3

150.000,00

450.000.00

 

 

j. Penyerahan laporan

1

150.000,00

150.000,00

 

 

Jumlah bagian

 

 

1.900.000,00

 

4.

Honorarium  (30%)

 

 

 

 

 

Ketua 

1

1.200.000,00

1.200.000,00

 

 

Anggota  2 orang

2

900.000,00

1.800.000,00

 

 

Jumlah bagian

 

 

 3.000.000,00

 

5.

Laporan dan publikasi

 

 

 

 

 

Penggandaan

10

15.000,00

150.000,00

 

 

Penjilidan

10

30.000,00

300.000,00

 

 

Jumlah bagian

 

 

450.000,00

 

 

JUMLAH TOTAL

 

 

10.000.000,00

 

 

 

 

(Sepuluh juta

rupiah)

 

 

 

K. LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Badan Standarisasi  Pendidikan Nasional, 2006, Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan-Jenjang Pendidikan dasar       dan Menengah

 

Beswick, Richard, 1990, Evaluating Educational Programs, http;//www.rd.gov/ERIC_Digest/ED324766.html.

 

Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Managemen Peningkatan Mutu

Berbasis Sekolah- Buku I Konsep dan Pelaksanaan

 

------, Buku 2 Panduan Penyusunan Proposal dan Pelaporan

 

-----, Buku 3 Panduan dan Monitoring dan Evaluasi

 

Catron, E. Carol dan Jan Allen, 1999, Early Childhood Curriculum-A

Creative-Play Model,  New Yersey: Merril an Imprit of Prentice Hall

 

Dodge, T. Diane, 1988, Creative Curriculum-For Early Childhood,

Washington: Teaching Strategies, Inc.

 

Gehrke, Nathalie, 1991, Developing Teachers’ Leadership Skills,

http;//www.ed.gov/database/ERIC_Digest/ED330691. html.

Hamalik, Oemar, 1990.Evaluasi Kurikulum, bandung: Remadja Rosdakarya.

 

Heavy, Barbara, 2002, The Assessment of Educational Outcomes,  

http;//www.ed.gov/database/Eric_digest/ED321834.html.

 

Kellog, Karen, 1999, Collaboration Students Affairs and Academic Affairs

Working Together to Promote Student Learning,  http;//www.ed.gov/database/Eric_Digest/Ed1132940 html.

 

Lashway, Larry, 2001,  Educational Indicators,

http;//www.ed.gov/database/ERIC_Digest/ED457536.html.

 

Matter, M. Kevin, 1999,  Strategies for Improving The Process Educatiopnal

Assessment, http;//www.ed.gov/database/ERIC_Digest/ED431819.html.

 

Mullis, Ina V.S., 1990, The National Assessment of Educational Progress

(NAEP), http;//www.ed.gov/database/ERIC_Digest/ED328603 html.

 

Mulyasa, 2002, Kurikulum Berbasis Kompetensi,  Bandung: Remadja

Rosdakarya.

 

 

Paterson, David, 1991, Evaluating Principals.

http;//www.ed.gov/ERIC_Digest/ED237584.html.

 

Purwanto dan Atwi Suparman, 1999, Evaluasi-Program Diklat, Jakarta:

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

 

Reck, Carleen, 1990, Successful Instructional Practices for Small Schools,

http;//www.ed.gov/database/ERIC_Digest/ED326352.hatml.

 

Schmeiser, B. Cyntia, 1995, Ethics in Assessment, http;//www ed.

Gov/Eric_Digest/ED391111 html.

 

The Joint Committee on Standards for Educational Evaluation, Standards For

Evaluation of Educational Programs, Projects, and Materials. Terj. 

Semarang: IKIP Semarang.

 

Water, A. Gisele, Critical Evaluation for Education Reform, 1998, Education

Policy Analysis Archives, Vol. 6 Number 20 Arizona State University.

 http;//olam.ed.asu.edu/epaa/subscrib.html.

 

Weiss, H. Carol, 1972,  Evaluation  Research, New Yersey: Englewood Cliffs.

 

Wilde, J. EAC. West, 1996, Assessment Strategies for Profesional

Development Activities, http;//www.gove.edu/miscpuls/easwest/prof

dev/index.html.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA PENELITI

1. Peneliti Utama

a.  Identitas

1)   Nama lengkap             : Dr. Y. Padmono

2)   Tempat/tanggal lahir  : Sragen, 12 Januari 1963

3)   Unit Kerja                               : PGSD FKIP UNS Kampus Kebumen

4)   Alamat Kantor                        : Jl. Kepodang 67 A Panjer Kebumen

5)   Telepon/Faks               : 0287-381169

6)   Alamat Rumah                        : Jl. Cincin Kota 21A Karangsari Kebumen

7)   Telpon                         : 0287-5531360

 

b.  Pendidikan

 

 

 

UNIVERSITAS/INSTITUT DAN LOKASI

 

GELAR

 

TAHUN

SELESAI

 

BIDANG STUDI

 

Universitas Sebelas Maret

Surakarta

 

Universitas Negeri Jakarta

Jakarta

 

Universitas Negeri Jakarta

Jakarta

 

Drs

 

 

M,Pd.

 

 

Dr

 

1986

 

 

1998

 

 

2006

 

Bimbingan Konseling

 

Pendidikan Kelas Awal SD (PKASD)

 

Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

 

 

c. Pengalaman kerja dalam penelitian dan pengalaman professional

 

     1) Pengalaman Profesional

 

 

Institusi

 

Jabatan

 

Periode Kerja

 

1. Penataran Evaluasi Pendidikan

    Guru SD Kec. Jatiasih Bekasi

 

2. Lokakarya Pembahasan Kurikulum

    PGSD – FKIP UNS Surakarta

 

3. Penyusunan naskah Akreditas S3

    PEP Universitas Negeri Jakarta

 

4. Penataran Terakreditasi  Kualifikasi

    DII Cabang Dinas Pdan K Kroya

    Cilacap Jawa Tengah

 

5. Penelitian Pelaksanaan Pendidikan

    Moral di Sekolah Dasar

    Mahasiswa S3 PEP Universitas

    Negeri Jakarta

 

6. Pelatihan Analisis Butir Soal

    Objektif Guru SD Kec. Kebumen

 

7. Panitia Pengawas Pemilu 

    Kabupaten Kebumen

 

8. Lokakarya Penelitian

    Universitas Tidar Magelang

 

 

9. Semiloka Mahasiswa Akta IV

    Universitas Tidar Magelang

 

 

Pembicara

 

 

Panitia

 

 

Peserta

 

 

Pembicara

 

 

 

Ketua

 

 

 

 

Pelatih

 

 

Ketua

 

 

Pembicara

 

 

 

Pembicara

 

14 Agustus 2002

 

 

10 September 2002

 

Oktober 2002

 

 

23 Februari 2003

 

 

 

Februari 2003 s/d Juli 2002

 

 

 

17 Mei 2003

 

 

April 2003 s/d Nopember 2004

 

22, 29 Maret, 26 April dan 3 Mei 2003

 

3, 17 April dan 6 Mei 2004

 

      2) Pengalaman Kerja

           a) Guru Sekolah Dasar 1982 – 1987

           b) Guru SPG 1988 – 1991

           c) Staf pengajar PGSD FKIP UNS  1991 – Sekarang

           d)  Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Kutowinangun Kebumen  1999

           e)  Ketua Pengawas Pemilu Kabupaten Kebumen 2003-2004

 

d.  Daftar Publikasi

  1) Hasil Penelitian di Jurnal

       a). Percobaan Sederhana dengan Kegiatan tangan – Paedagogia 2002

       b)  Assessment Keterampilan Proses – Precisie 2006

       c)  Penyusunan instrument baku Sikap Profesional Guru

        d) Pengaruh Sikap Profesional Guru, Pemahaman Perkembangan   

      Anak, dan erpikir Kreatif terhadap Kemampuan Guru Menyusun

      Assessment        Keterampilan Proses – Jurnal Pendidikan 2007

2)      Buku Ajar (Buku Pegangan Kuliah)

a)      Bimbingan Penyuluhan di Sekolah Dasar – UNS 2001

b)      Media Pembelajaran –UNS 2001

c)      Pengembangan dan Inovasi Kurikulum 2001

d)     Pendidikan Musik – UNS 1998,2002

e)      Pembelajaran Terpadu – UNS 2002

f)       Managemen Kelas – UNS 2003

g)      Evaluasi Pembelajaran – 2003

h)      Pengembangan Kognitif Anak - 2007

         3)  Hak Cipta 

              1) Media Papan Not Balok               1997

   

 

 

 

 

Kebumen, 1 April 2009

Peneliti,

 

 

Dr. Y. Padmono

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar